Dongkrek~kesenian tolak bala dari Mejayan-Kab.Madiun

Di perayaan hari jadi Kota Madiun, 3 Juli 2008, Universitas Widya Mandala Madiun mempersembahkan kesenian Dongkrek yang terkenal sebagai tolak bala.

Kesenian ini muncul pada tahun 1867 di masa kepemimpinan Raden Ngabehi Lo Prawirodipuro, di Mejayan yang sekarang dikenal kecamatan caruban, Kab. Madiun.

Dongkrek muncul sebagai tolak bala atas pagebluk yaitu wabah ganas yang melanda masyarakat. Saat itu banyak orang sakit dan kemudian meninggal pada waktu yang singkat.

bersuara “Dong” dari bedug atau kendang dan “krek” dari korek. Perpaduan suara ini sangat ramai dan menggetarkan. Ritme yang sederhana namun begitu kuat.

Dalam fragmen kesenian ini terdapat buto/genderuwo yang melambang balak/kejahatan, dan orang tua yang melambangkan kebajikan, dan nenek tua yang melambangkan orang lemah/sakit.

Saat dong-krek ditabuh benar-benar menyedot perhatian, ada energi semangat, serta atmosphere kuat yang menggetarkan. buto-buto mulai menari dan berlarian, tentu mereka membuat takut anak-anak kecil. orang tua mulai kesana kemari berlagak menjadi orang tua yang bijak dengan tongkatnya dan nenek tua yang bergoyang centil menggoda penonton. Sangat menarik.

kesenian ini sebagai warisan budaya yang sangat bernilai, kita berharap kesenian terus berkembang dan bertahan di tengah perubahan dunia yang pragmatis.

pranala :

 http://bumisegoro.wordpress.com/2007/07/26/seni-untuk-tolak-bala-dongkrek/


You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

AddThis Social Bookmark Button

Leave a Reply